Pelantikan dan Penerimaan Salib Misi Fasilitator AsIPA Angkatan III Paroki Tanjungpandan, Belitung
Paroki Regina Pacis, Tanjungpandan, Belitung, menyelenggarakan Misa Pelantikan dan Penerimaan Salib Misi Fasilitator AsIPA (Asian Integral Pastoral Approach) Angkatan III pada Jumat, 16 Januari 2026. Sebanyak 31 fasilitator resmi dilantik setelah menuntaskan proses pemberdayaan melalui Lokakarya Modul Dasar AsIPA (Modul A, B, dan C) selama kurang lebih satu tahun tiga bulan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa pembukaan di Gua Maria Paroki Regina Pacis, dilanjutkan dengan rekoleksi yang dipimpin oleh Pastor Kepala Paroki Regina Pacis, R.D. Fransiskus Paskalis Mean Maing. (Romo Frengky). Setelah itu, para peserta mengikuti Jalan Salib sebagai bentuk pendalaman spiritual akan makna perutusan. Seluruh rangkaian kegiatan memuncak dalam Perayaan Ekaristi Pelantikan dan Penerimaan Salib Misi yang dilaksanakan di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph, Manggar, Belitung Timur.
Dalam homilinya, Romo Frengky menegaskan bahwa para fasilitator telah melalui proses formasi yang tidak mudah. Selain pembelajaran modul-modul pemberdayaan, para peserta juga dibentuk melalui pengalaman persaudaraan dan kebersamaan selama proses berjalan.
“Kalian tidak hanya menerima materi, tetapi juga dibentuk dalam persaudaraan dan kekeluargaan. Kini kalian diutus untuk bermisi dengan membawa Salib Yesus dalam perutusan pelayanan,” pesan Romo Frengky kepada para fasilitator yang dilantik.
Rasa haru dan sukacita tampak jelas di wajah para fasilitator AsIPA Angkatan III. Salah satu peserta, Petrus Sudiman, membagikan kesaksian iman yang menyentuh.
“Awalnya saya mengikuti AsIPA karena diminta Ketua KBG dan merasa terpaksa. Bahkan saya berniat hanya ikut beberapa kali lalu keluar. Namun Tuhan punya rencana lain. Saya justru dipilih menjadi sekretaris AsIPA Angkatan III, yang membuat saya harus bertanggung jawab dan terus hadir,” ungkapnya.
Seiring berjalannya proses, semangatnya tumbuh dan kerinduannya akan Sabda Tuhan semakin mendalam.
![]() |
| Petrus Sudiman, Fasilitator AsIPA Angkatan III Paroki Regina Pacis, Belitung |
“Melalui AsIPA, saya semakin mencintai Kitab Suci. Saya terdorong membaca Alkitab setiap hari dan menemukan bahwa pengalaman hidup saya sangat dekat dengan Sabda Tuhan. Iman saya bertumbuh, bahkan keluarga saya, istri dan anak-anak, akhirnya dibaptis Katolik. Saya belajar menjadi seorang ayah dalam keluarga berdasarkan firman Tuhan,” tuturnya penuh syukur.
Perayaan pelantikan ini juga dihadiri oleh para fasilitator AsIPA Angkatan I dan II Paroki Regina Pacis, sebagai tanda kesinambungan perutusan dan dukungan persaudaraan antarangkatan.
Sharing Fasilitator Angkatan II: Buah Nyata AsIPA bagi Kehidupan KBG
Kegiatan ini juga dihadiri oleh para Fasilitator AsIPA Angkatan I dan II, yang menjadi saksi nyata keberlanjutan buah formasi AsIPA di tengah komunitas. Salah satunya, Yakobus Krisnadi, Fasilitator AsIPA Angkatan II, membagikan kesannya.
“Saat pertama kali ditunjuk menjadi Ketua KBG, saya merasa sangat tidak mampu dan bingung. Saya berdoa memohon pertolongan Bunda Maria di Gua Maria. Setelah itu saya mengikuti AsIPA Angkatan II di Paroki Regina Pacis ini. Di situlah saya belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin, terutama sebagai Ketua KBG,” tuturnya.
Yakobus mengakui bahwa proses AsIPA bukan tanpa tantangan, khususnya ketika memasuki Modul C.
“Jujur, saya hampir gagal dan hampir mundur karena modulnya panjang dan menuntut komitmen besar. Namun puji Tuhan, ada rekan-rekan yang terus menyemangati saya hingga selesai,” kenangnya.
Kini, buah dari proses tersebut nyata dirasakan dalam kehidupan KBGnya.
![]() |
| Yakobus Krisnadi, Fasilitator AsIPA Angkatan II, Paroki Tanjungpandan, Belitung |
“Saat ini KBG kami telah memiliki enam orang fasilitator AsIPA. Dampaknya sangat terasa: saya tidak lagi menjadi pemimpin yang mendominasi, tetapi seluruh anggota KBG terlibat aktif membangun komunitas. Bagi saya, inilah jawaban dari doa-doa saya selama ini, juga bantuan doa Bunda Maria yang saya mohonkan waktu itu,” ungkapnya penuh keyakinan.
Sebagai formasi dasar wajib strategis untuk mewujudkan Gereja Partisipatif, Paroki Regina Pacis menegaskan bahwa proses AsIPA tidak berhenti pada pelantikan ini. Lokakarya AsIPA Angkatan IV Paroki Regina Pacis direncanakan akan kembali dibuka pada Februari 2026.* `(Louis/costmust)


.jpeg)
Gabung dalam percakapan