Paroki Regina Pacis Belitung Siap Gelar Pelantikan dan Penerimaan Salib Misi Fasilitator AsIPA Angkatan III
Wujud Kesetiaan pada Visi Gereja Partisipatif
Paroki Regina Pacis Tanjung Pandan, Keuskupan Pangkalpinang, tengah bersiap menggelar Perayaan Ekaristi dan prosesi sakral Pelantikan serta Penerimaan Salib Misi Fasilitator AsIPA (Asian Integral Pastoral Approach) Angkatan III, yang akan dilaksanakan pada Jumat, 16 Januari 2026.
Peristiwa iman ini bukan sekadar seremoni pelantikan, melainkan sebuah ungkapan kerendahan hati dan komitmen pastoral Gereja Katolik di Belitung untuk setia mewujudkan visi Keuskupan Pangkalpinang sebagai “Gereja Partisipatif”, yakni Gereja yang berpusat pada Kristus, hidup dalam persekutuan komunitas dan melaksanakan misi kerajaan Allah.
![]() |
| Romo Frengky melakukan review seluruh Modul AsIPA |
Penerimaan Salib Misi menjadi puncak dari proses formasi selama kurang lebih satu tahun yang dijalani para calon fasilitator AsIPA. Dalam proses tersebut, mereka dipersiapkan untuk menjadi animator dan pendamping Komunitas Basis Gerejawi (KBG), yang berakar pada Sabda Allah, hidup dalam kebersamaan, dan peka terhadap realitas sosial.
Pastor Paroki Regina Pacis RD. Frans. Paschalis Mean M. atau akrab disapa Romo Frengky menegaskan bahwa AsIPA bukan sekadar metode pastoral, melainkan cara hidup menggereja.
“Melalui AsIPA, umat diajak untuk semakin menyadari bahwa Gereja bukan hanya milik klerus, tetapi seluruh umat Allah. Para fasilitator diutus untuk membantu komunitas bertumbuh sebagai Gereja yang saling mendengarkan, berjalan bersama, dan oleh rahmat Baptisan mengambil tanggung jawab bersama dalam perutusan,” ungkapnya."
Formasi AsIPA yang dijalani para calon fasilitator selaras dengan visi Keuskupan Pangkalpinang sekaligus mandat Federasi Konferensi Waligereja Asia (FABC) tentang New Way of Being Church — Gereja sebagai persekutuan komunitas yang berpusat pada Kristus dan terlibat aktif dalam realitas sosial serta konteks Asia.
Kesaksian Para Calon Fasilitator
Salah satu calon fasilitator, Giorgea Taure, mengungkapkan bahwa perjalanan AsIPA menjadi proses pembaruan iman dan cara memimpin.
“AsIPA mengajarkan saya untuk lebih banyak mendengarkan—bukan hanya Sabda Tuhan, tetapi juga pengalaman hidup sesama. Sebagai ketua komunitas, saya belajar melepaskan pola lama yang mengarahkan dan mengendalikan, lalu beralih pada kepemimpinan yang berjalan bersama dan memberi ruang bagi setiap anggota untuk bertumbuh,” tuturnya.
“Kata ‘lulus’ justru menyematkan tanggung jawab baru. Kami dipanggil menjadi ‘bara yang tetap menyala’, yang menghidupkan Gereja partisipatif. Tantangan yang ada semoga menjadi ‘minyak dalam buli-buli’ agar kami terus siap sedia dan saling menguatkan,” ungkapnya.
Adapun Fransiskus Loekman, koordinator peserta AsIPA Angkatan III, menekankan dampak nyata AsIPA dalam kehidupan menggereja dan keseharian.
“Sharing Injil dengan metode AsIPA membantu saya memahami Ekaristi secara lebih mendalam. Relasi dengan keluarga, komunitas KBG, dan masyarakat juga semakin baik. Kami diajarkan untuk hidup setara—satu tubuh dengan banyak anggota—bukan relasi atasan dan bawahan,” jelasnya.
Pelantikan dan Penerimaan Salib Misi Fasilitator AsIPA Angkatan III ini akan dihadiri oleh para fasilitator angkatan pertama dan kedua, serta terbuka bagi umat Paroki Regina Pacis. Kehadiran umat diharapkan menjadi dukungan doa sekaligus ajakan pastoral bagi semakin banyak umat untuk terlibat aktif dalam kehidupan menggereja.
Paroki Regina Pacis terus berkomitmen menjadi “Gereja yang mendengarkan” dan “Gereja yang berjalan bersama” (sinodal), menyongsong Tahun Pastoral 2026 dengan tema:
“Tanggung Jawab Bersama Melaksanakan Misi untuk Memelihara Rumah Bersama.”
(Louis/costmust)





Gabung dalam percakapan